Aku terlalu mandiri (untuk mahasiswa TI)

DOSEN TIDAK DAPAT MENGADAPTASI KE BAHASA PEMROGRAMAN BARU, KARENA KETIADAAN KONSEP PEMROGRAMAN YANG BAIK.
Bernard I. Hutabarat (Bussiness Intelligence Expert) 

Kemandirian adalah suatu tema yang di usung banyak orang saat ini. CBSA(Cara belajar siswa Aktif) dulu pernah didengungkan di Indonesia, dengan berbagai tafsirannya.
Bila ada kontes CBSA yg dilakukan dilevel universitas, kemungkinan besar pelajaran atau kuliah pemrograman akan jadi juaranya

Kenapa ?
Karena pada kuliah/pelajaran inilah siswa akan benar-benar aktif, benar-benar mandiri. Dosen-dosen tidak perlu banyak menjelaskan pemrograman apalagi bila bahasa pemrograman yang dipakai tidak pernah dia pakai saat kuliah.

Dalam semua percakapan saya dengan dosen yang mengajar pemrograman mereka selalu bilang bahwa yang penting dalam belajar pemrograman adalah belajar logikanya. Sejalan dengna pikiran seperti ini, yang dosen tersebut lakukan dalam mengajar pengantar pemrograman adalah mengajarkan flow chart, dan algoritma
Bagaimana dengan belajar bahasa pemrogramannya? Ini sama sekali diremehkan. Semua dosen yang pernah berbincang dengan saya selalu mengatakan seperti ini, “ya, bahasa kan gampang. C, C++, Java, Pascal itu sama aja. Yang penting kan logikanya.

Ketika saya cecar: apa yang dimaksud logika, Jawabannya sering tidak jelas. Sering juga jawabannya:”Ya, flow-chart itu, algoritma”.
Saya tidak melihat bahwa belajar algoritma sangat membantu anda belajar bahasa pemrograman. Bagaimana penjelasan tentang flow chart membantu anda belajar tentang bahasa pemrograman C, C++,Java, Delphi, dan visual basic?

Flow chart dan algoritma tidak membantu saat saya belajar BASIC pada tahun 1987. Demikian juga, flow chart dan algoritma tidak membantu saat saya belajar pascal pada tahun 1988, C pada tahun 1989, dan java pada tahun 1987. Seperti pernah ditulis pada seri tulisan tentang Nuas, saya batal menulis disertasi master saya dalam java, karena saya merasa Java terlalu tumit. Saya sudah paham algoritma dan mengimplementasikan algoritma yang rumit, tapi itu tidak membantu saya mempelajari bahasa pemrograman baru, apalagi yang terlalu berbeda.

Ada hal lain yang menarik dalam belajar pengantar pemrograman. Dosen-dosen(terutama yang dari elektro?)umumnya tidak mau mengajarkan bahasa pemrograman di kelas, apalagi bila kuliahnya kuliah algoritma. Bila ditanya bagaiman implementasikan algortitma tersebut di C# (misalany), mereka akan bilang seperti ini, “asisten yang akan menjelaskan”.

Secara implisit, meraka menganggap mengajar bahasa pemrograman adalah pekerjaan hina. Bagaiamana dengan asisten ?sudah pasti para asisten pun akan mandiri (otodidak) dalam belajar bahasa pemrograman. Hasilnya dapat ditebak dengan mudah: alumni pendidikan TI tidak punya perbedaan signifikan dibandingkan yang otodidak dalam hal konsep-konsep pemrograman, karena asisten tersebut juga tidak mendapat bimbingan dari dosennya dalam belajar bahasa pemrograman.

Saya mengernyitkan dahi dalam diskusi-diskusi seperti ini, dan bertanya: “Jadi, mereka semua (asisten dan mahasiswa) harus belajar sendiri semua hal tentang bahasa pemrograman?”Jawaban dosen-dosen itu: “ya, karena itukan tidak penting yang penting logikanya”.
Setelah mendalami masalah ini, saya memahami penyebab utamanya. Dosen-dosen itu sendiri tidak dapat mengadaptasi diri ke bahasa pemrograman baru, karena ketiadaan konsep pemrograman yang baik. Saya sendiri pernah alami hal tersebut.

Saya bisa maklumi kenapa mereka demikian. Mereka dan saya diajar tanpa konsep. Mereka meneruskan rantai itu. Dulu mereka diajar basic, pascal, dan c. Sekarang, yang populer java dan PHP. Sangat jauh berbeda. Ketiadaan konsep menyebabkan mereka menyerahkan penjelasan bahasa pemrograman ke asisten, karena mereka tidak paham. Kusus untuk jurusan elektro, alasan tambahan yang sering dikemukakan:”kami ini jurusan elektro, bukan informatika”. Silahak pikirkan alasan ini baik atau buruk.
Mahasiswa TI saat ini sedang  menerapkan ATM: Aku terlalu mandiri. Kalau untuk semua hal itu Anda mandiri, untuk apa anda kuliah.?(ridho@biztek.info)

DOSEN TIDAK DAPAT MENGADAPTASI KE BAHASA PEMROGRAMAN BARU, KARENA KETIADAAN KONSEP PEMROGRAMAN YANG BAIK.
 Bernard I. Hutabarat(Bussiness Intelligence Expert)
PCMEDIA TERBIT 03/10
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar